Sejak awal revolusi industri, banyak pekerjaan yang datang dan pergi silih berganti bahkan banyak pekerjaan yang mulai digantikan oleh robot. Ada yang punah, ada juga yang baru. Artinya, kebutuhan di setiap zaman itu berbeda dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan zaman!

Menghadapi tahun 2020, World Economic Forum membuat list tentang 10 kemampuan yang dibutuhin buat menghadapi dunia kerja di tahun 2020 nanti. Apa saja?

Berikut 10 SKill Yang Paling Dibutuhkan Di Tahun 2020

1. Complex Problem Solving

CPS dapat diartikan mampu menyelesaikan masalah rumit, digunakan untuk memecahkan masalah baru, masalah yang tidak terdefinisikan dengan jelas, di dunia nyata yang kompleks. Dibangun dengan landasan berpikir kritis yang solid, seseorang dengan skill Complex Problem Solving mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mengembangkan solusi alternatif, dan memilih solusi terbaik mengingat pemahaman mereka tentang masalah, lingkungan yang memengaruhi masalah, dan mereka yang terkena dampak solusinya.

2. Critical Thingking

Critical Thingking adalah kemampuan berfikir kritis. Berpikir kritis mengacu pada kemampuan untuk menganalisis informasi secara objektif dan membuat penilaian yang masuk akal. Critical Thingking melibatkan banyak sumber, seperti data, fakta, fenomena yang dapat diamati, dan temuan dilapangan yang menunjang sebuah fenomena. Critical Thingking yang baik dapat menarik kesimpulan yang masuk akal dari serangkaian informasi, dan membedakan antara rincian yang berguna dan yang kurang bermanfaat untuk memecahkan masalah atau membuat keputusan.

3. Creativity

Kreativitas adalah salah satu hal yang sulit untuk didefinisikan, tetapi jika seringkali melakukannya bahkan dengan cara yang tak terduga. Creativity adalah perspektif unik atau cara yang unik untuk menyelesaikan masalah ataupun menciptakan karya. Creativity diajarkan dengan cara pemecahan masalah, masalah yang mengajarkan kreativitas tidak memiliki jawaban yang benar tetapi lebih kepada solusi berbeda dan memberikan hasil yang baik.

Baca Juga :  Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020!

4. People Management

Secara umum People Management berarti bisa memimpin dan mengatur orang. People Management juga dikenal sebagai manajemen sumber daya manusia (SDM), meliputi tugas-tugas rekrutmen, manajemen, dan memberikan dukungan dan arahan berkelanjutan untuk karyawan sebuah organisasi. Tugas-tugas ini dapat mencakup yang berikut: kompensasi, perekrutan, manajemen kinerja, pengembangan organisasi, keselamatan, kebugaran, manfaat, motivasi karyawan, komunikasi, administrasi, dan pelatihan.

5. Coordinating With Other

Coordinating with other adalah suatu kemampuan dari sekelompok individu untuk dapat bekerja sama menuju ke visi yang sama. Kerja sama tim merupakan elemen penting yang dibutuhkan bila kita ingin mencapai suatu hasil yang tidak dapat dicapai oleh orang lain. Tidak peduli apakah Anda seorang bos, karyawan, atau profesional sekalipun; bila Anda mengetahui cara untuk membuat suatu kerja sama dengan pihak lain, Anda akan mampu mendapatkan hasil yang luar biasa. Keahlian dalam me-manage kerja sama ini jelas sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis. Untuk dapat membangun sebuah tim, diperlukan lebih dari sekadar mengumpulkan orang-orang yang tepat.

6. Emotional Intelligence

Emotional Intelligence atau Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengelola dan mengendalikan emosinya dan memiliki kemampuan untuk mengendalikan emosi orang lain juga. Dengan kata lain, mereka dapat mempengaruhi emosi orang lain juga. Kecerdasan emosional merupakan keterampilan yang sangat penting dalam kepemimpinan. Dalam Kecerdasan Emosional terdapat lima elemen utama seperti : kesadaran diri, pengaturan diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial.

7. Decision Making

Pengambilan Keputusan atau Decision Making adalah suatu proses pemikiran dalam pemilihan dari beberapa alternatif atau kemungkinan yang paling sesuai dengan nilai atau tujuan individu untuk mendapatkan hasil atau solusi mengenai prediksi kedepan. Dengan proses pengambilan keputusan yang baik, selangkah demi selangkah dapat membantu anda membuat keputusan yang lebih baik dan bijaksana dengan mengatur informasi yang relevan dan menentukan alternatif.

Baca Juga :  6 Tips Agar Presentasimu Lancar

8. Costumer Service Orientation

Orientasi pelanggan berarti mengamati keinginan dan kebutuhan pelanggan, mengantisipasi mereka dan kemudian bertindak sesuai. Penelitian menunjukkan bahwa karyawan yang puas, loyal, dan berkomitmen lebih antusias terhadap pelanggan, yang pada akhirnya mengarah pada pelanggan yang lebih puas, loyal, dan berkomitmen. Hubungan ini adalah bagian penting dalam hubungan perusahaan dan konsumen.

9. Negotiation

Negosiasi adalah proses di mana kompromi atau kesepakatan dicapai dengan menghindari argumen dan perselisihan. Negosiasi melibatkan dua orang atau lebih yang menemukan solusi yang dapat diterima oleh sebagian besar pihak yang terlibat. Negosiator yang sukses mengendalikan proses, dan pergi dengan hasil yang disepakati. Negosiasi tidak terbatas pada keputusan besar. Keterampilan bernegosiasi dapat sangat bermanfaat dalam menyelesaikan perbedaan yang muncul antara Anda dan orang lain.

10. Cognitive Flexibilty

Cognitive flexibility adalah kemampuan seseorang untuk membiasakan strategi proses pengetahuan ke hal baru dan kondisi yang tak diharapkan di lingkungan. Cognitive Flexibility adalah sebuah kemampuan yang dapat mempengaruhi secara tidak langsung proses pembelajaran, ini diperoleh dengan pengalaman. Cognitive Flexibility meliputi proses adaptasi dari proses kognisi. Sebuah strategi dalam konteks definisi ini, adalah sebuah rangkaian operasi pencarian masalah. Karena itu, cognitife flexibilty menunjukkan perubahan perilaku yang kompleks.

Tertarik untuk belajar salah satu skill diatas? Lakukanlah dari hal sederhana!