Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

6 Alasan, Untuk Tidak Beriklan di Tiktok Ads.

2 min read

Perkembangan Tiktok saat ini bisa dibilang cukup pesat jika dibanding Sosial Media lainnya, saat ini Tiktok tersedia di lebih dari 141 Negara dan memiliki 800 Juta pengguna aktif di seluruh dunia.

Berdasarkan data terakhir yang di kutip dari Influencermarketinghub.com, menyebutkan Indonesia sebagai pengguna Tiktok terbesar di dunia. 45,6 juta pengguna di Amerika, 34,7 juga pengguna di Brazil dan 30,7 juta pengguna di Indonesia.

Beberapa brand besar saat ini mulai pengguna Tiktok menjalankan iklan, salah satu sektor industri yang cukup bersaing untuk menjalankan iklan di Tiktok adalah Ecommerce, sebut saja Shopee dan Lazada. Meskipun begitu, saya pribadi tidak tertarik untuk aktif beriklan di tiktok. Lantas apa alasannya?

Kenapa Saya Tidak Beriklan di Tiktok Ads?

1. Jumlah Audience yang Tersedia

Saat ini jumlah Audience yang dapat menerima iklanmu di Indonesia hanya sekitar 180.000 Audience. Jumlah ini tentunya kalah jauh jika dibandingkan dengan Facebook, Instagram dan Google. 

Facebook sendiri menyediakan lebih dari 140 juta audience di seluruh Indonesia, dan tetap menjadi salah satu media sosial utama saya untuk menjalankan iklan. 

2. Biaya Harian Mahal

Rp 200.000 adalah biaya minimal harian untuk menjalankan iklan di Tiktok. Saya sendiri masih kurang paham kenapa Tiktok “mengekslusifkan” dirinya seperti Linkedin. 

Linkedin sendiri minimal budget harian adalah $10, artinya sekitar Rp 150.000, masih lebih rendah dibandingkan dengan Tiktok. Sedangkan Facebook dan Instagram, kamu bisa memulai iklan dengan minimal budget harian sekitar $1 atau Rp 14.000. 

Hal ini tentu menjadi berat bagi sebagian besar perusahaan ataupun para pemilik usaha yang masih mempunyai budget sedikit untuk beriklan. Padahal dari segi audience, Facebook lebih memiliki audience yang beragam. Saya sendiri sering menjadikan ini adalah utama untuk menolak saran dari para pemilik usaha untuk menjalankan iklan di Tiktok. Padahal takut boncos aja sih haha

3. Jenis Placement Sedikit

Buat kamu yang sudah sering menjalankan iklan, pasti tau ada begitu banyak jenis placement di Facebook maupun Google. Kamu dapat menyesuaikan jenis konten dengan placement yang ada, sebagai contoh jika kamu punya konten dalam bentuk Gambar maka Google Display Network ataupun Feed Ads di Facebook menjadi salah satu solusi. 

Jika kontenmu dalam bentuk video, Google menyediakan Youtube sebagai platform beriklan. Facebook bisa di story, feed dan explore. Ya seeengaknya lebih bervariasi dari pada Tiktok. Hehehe

4. Belum Cocok Untuk B2B

Bagi kamu yang bekerja di company B2B (Business to Business) seperti saya, Tiktok bukan platform yang baik untuk menjalankan iklan. Alasan utama, tentu saja karena jenis audience Tiktok adalah anak muda dibawah 25 tahun yang jelas bukan target audience B2B. 

Data menyebutkan lebih dari 40% pengguna tiktok berusia 18-24 tahun. Pusing nggak tuh kalau disuruh ngitung ROI campaignnya gimana, ya kecuali emang pengen reach audience diusia segitu, bolehlah dicoba. Tapi rasanya Facebook dan Google juga lebih bagus untuk campaign awareness.

5. Dashboard & Fitur “Ala Kadarnya”

Dashboard  yang disediakan oleh Tiktok saat ini masih terbilang sederhana dan ala kadarnya. Fitur-fitur yang seperti Retargeting Audience dari basis followers (fitur Facebook Ads kesukaan saya haha). Saya sampai bingung bandinginnya sama Facebook dan Google, Hahaha

Kalau nggak percaya, cobain aja daftar di Tiktok Ads Manager, cobain tuh fiturnya. Kalau kata lagu yang lagi viral, masih kalau jaauh ~ bang jago.

6. Bisa Beriklan Tanpa Punya Account

Hal ini menurut saya yang paling unik sekaligus aneh, bayangin kamu bisa memasang iklan tanpa memiliki profil di tiktok, padahal Tiktok termasuk Sosial Media. Linkedin dan Facebook bahkan mewajibkan kamu punya Fanpage untuk bisa beriklan. Bahkan lucunya, kamu beriklan mengatasnamakan sebuah brand tanpa izin brand tersebut. 

Pernah tanya hal ini sama tim Tiktok, jawabannya jika pemilik brand merasa keberatan atau tidak menjalankan iklan silahkan melapor ke Tiktok. Lucu sih ini Haha

Penutup

Namun bukan berarti saya melarang kamu untuk beriklan di Tiktok, tulisan inipun hanya pendapat saya. Saya sendiri pun menjalankan iklan di Tiktok, lebih tepatnya untuk uji coba. Jika kamu punya budget bahkan saya sangat menyarankan untuk mencoba menjalankan iklan di Tiktok, dari pada penasaran haha.

Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *