Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Cara Mudah Belajar Copywriting

4 min read

Saat ini kebutuhan akan Copy Writer cukup tinggi, hal ini sejalan dengan berkembangnya dunia digital marketing. Jika kamu tertarik untuk memulai karir atau Belajar Copywriting, artikel ini mungkin dapat membantu kamu untuk memahami konsep dan beberapa hal mengenai copywriting. Lantas apa itu Copywriting?

Copywriting adalah kegiatan menulis teks pemasaran atau iklan. Tujuannya membujuk target konsumen untuk melakukan tindakan sesuai dengan goals yang ingin dicapai dari iklan atau campaign.

Langkah – Langkah Memulai Proses Copywriting

Untuk memulai proses belajar copywriting ada beberapa tahapan secara garis besar, yaitu Research, Brainstorming dan Menulis. Proses ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan tetapi jika kamu baru memulai, ada baiknya mengikuti seluruh langkah dalam proses Copywriting ini.

1. Research

  1. Know Your Product
    Penting untuk mengetahui detail produk atau jasa sebelum memulai proses, kita harus bisa memahami banyak hal dari produk atau jasa yang akan kita pasarkan lewat copywriting. Mulai dari penggunaan produk, harga, jenis dan fitur hingga keunggulan produk atau jasa yang kita promosikan.
  2. Know Your Target Audience
    Penting juga untuk kita memahami audience, tidak hanya sebatas memahami secara konteks demografi tetapi menjadi audience. Dalam hal ini seorang copy writer sebaiknya memposisikan diri sebagai audience dan mencari tau apa yang sebenarnya disukai oleh audience. Selain itu juga bisa dengan riset atau survei.
  3. Know Your Competitors
    Kita perlu mengetahui bagaimana kompetitor, apakah menggunakan teknik yang sama atau berbeda dengan kompetitor. Penting untuk melihat apa yang sudah dilakukan oleh kompetitor, melihat apa yang baik dan kekurangan dari kompetitor untuk kita sempurnakan.
  4. Know Your Media
    Masing-masing media mempunyai karakter yang berbeda, contohnya Twitter biasanya menggunakan copywriting style yang lebih friendly dan kekinian karena karakter audiencenya adalah kalangan muda. Berbeda dengan Linkedin yang biasanya lebih proffesional.
  5. Know The Trend
    Seorang copy writer juga perlu mengetahui trend saat ini, dengan begitu dapat menyesuaikan tulisan yang juga sesuai dengan trend saat ini. Selain itu informasi trend yang berkaitan dengan Copywriting juga perlu di update.

2. Brainstorming

  1. Menulis Ide
    Setelah melakukan berbagai macam research dalam proses pertama copywriting, selanjutnya kita perlu menuliskan ide ide yang sudah muncul dan memilih mana yang akan digunakan.
  2. Mind Mapping
    Setelah menentukan ide dan konsep yang akan digunakan, proses selanjutnya adalah membuat mind mapping agar proses menulis lebih mudah dan terstuktur.
  3. Minta Pendapat
    Penting juga untuk kita meminta pendapat kepada rekan atau sesama copywriting, karena pada saat proses ini kadang hal hal kecil yang terlewatkan bisa jadi terlihat. Selain itu juga ide baru yang mendukung copy yang sudah kamu buat juga kadang muncul dari teman atau rekan.

3. Menulis Copy

  1. Membuat Headline yang Atraktif
    Headline merupakan elemen penting yang perlu diberi perhatian khusus. Headline, atau judul, atau teks yang biasanya dibuat paling menonjol serta menarik biasanya unsur yang paling pertama dilihat oleh pembaca.

    Headline yang menarik dan tepat bisa meningkatkan tingkat konversi pembaca secara drastis, headline yang kurang menarik dan kurang tepat bisa menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan copywriting dilakukan.

  2. Membuat Call to Action yang Powerful
    CTA atau Call to Action adalah sebuah ajakan atau dorongan untuk melakukan tindakan. Istilah ini biasanya merujuk pada kata- kata di sebuah iklan atau landing page website yang sifatnya menggerakkan audiens untuk melakukan aksi yang diharapkan.

    Membuat CTA yang baik perlu menyatukan tiga komposisi secara selaras, yaitu isi teks, desain visual (font, warna, & ukuran), serta penempatan yang baik.

Mengenal Formula AIDA

Apa itu AIDA? Yuk kenalan dulu dengan formula AIDA ini, agar kamu bisa membuat copywriting lebih maksimal.

1. Attention

Menarik perhatian target konsumen lewat headline. Tujuannya untuk mencari perhatian kepada konsumen tentang produk yang Anda jual. Gunakan strategi yang yang pas menyesuaikan dengan produk yang Anda jual. Cara yang bisa Anda lakukan dengan membuat judul/headline yang menarik, menggunakan gambar, video atau kalimat pembuka yang membuat penasaran.

Menurut penelitian dari SilverPop pada tahun 2013, kita sebagai penjual harus bisa menarik perhatian pengunjung setidaknya dalam waktu 8 detik dan setiap 4 detiknya mata manusia selalu berkedip, jadi tugas Anda harus bisa menarik perhatian konsumen dengan 2 kedipan mata.

Contoh attention seperti berikut :
Udah diet tapi berat badan nggak turun? Yuk cari tau kenapa!

2. Interest

Bangkitkan minat target konsumen terhadap produk, caranya dengan memaparkan value proposition dan manfaatnya. Setelah Anda bisa menarik perhatian konsumen, langkah selanjutnya adalah menarik minat konsumen dengan menonjolkan dari sisi manfaat dari produk yang dijual.

Pada tahap Interest ini Anda sebagai penjual harus bisa menonjolkan keunggulan produk yang dijual sehingga konsumen memiliki minat dan tertarik untuk membelinya.

Ada beberapa data yang bisa Anda tampilkan untuk menambah minat dari para calon konsumen seperti menggunakan fakta, data statistik, studi kasus serta alasan untuk menggunakan produk yang Anda jual.

Contoh penerapan interest seperti:
Terbukti Membuat Kulih Sehat dan Cerah dalam 30 Hari.

3. Desire

Buat target konsumen benar-benar menginginkan produk tersebut dengan menyelipkan psychological triggers.

Tahap AIDA yang ketiga ini tugasnya untuk membuat mereka sangat menginginkan produk yang Anda jual. Desire ini mirip dengan interest, tetapi untuk desire ini sudah bermain dengan emosi dan logika dari calon konsumen. Caranya dengan menambahkan benefits yang ada pada produk dengan bermain dengan emosi konsumen.

Contoh penerapan Desire seperti:
8 dari 10 artis menggunakan dan menyarakan produk ini!

4. Action

Buat target konsumen melakukan sebuah tindakan.

Langkah terakhir dalam AIDA adalah melakukan action dengan mengajak konsumen untuk segera melakukan pembelian produk. Contoh-contoh pengunaan Call to Action seperti “Beli Sekarang”,”Pesan Sekarang”,”Shop Now” dan lain sebagainnya.

Jika Anda sudah mengerti semua formula AIDA tersebut, Anda bisa mengambungkan keempatnya secara urut mulai dari Attention, Interest, Desire and Action.

Contoh penerapan Action seperti:
Beli sekarang juga di Shopai. Promo terbatas hanya hari ini!

5. Caution atau Conviction

Formula AIDA mengalami transformasi dengan penambahan satu aspek, yaitu Caution atau Conviction yang mewakili kekhawatiran target konsumen pada produk yang mau mereka beli.

Pada tahap ini, copywriter bertugas untuk menjawab segala kekhawatiran tersebut. Caution atau Conviction ditempatkan sebelum Action, sehingga formulanya menjadi AIDCA. Meski begitu, baik AIDA maupun AIDCA masih bisa digunakan sesuai kebutuhan copywriter

Psikologi Triggers Copywriting

1. Curiosity

Copy yang betujuan untuk membangkitkan rasa penasaran target konsumen. Rasa penasaran ini biasanya menyinggung kebutuhan pelanggan tanpa memberikan terlalu banyak informasi, mengarahkan pelanggan untuk membuka email juga.

2. Promises

Copy yang terdengar menjanjikan atau meyakinkan audience yang membaca copy yang sudah dibuat. Bentuk janji bisa berupa hasil riset atau survei yang berkaitan dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan.

3. Social Proof

Copy menggunakan bukti sosial untuk meningkatkan rasa percaya target konsumen. Secara definisi, social proof berarti pengaruh positif yang dirasakan seseorang saat melihat orang lain melakukan sesuatu. Dalam konteks copywriting, hal ini berarti memberikan sejenis testimoni, kesan dan rekomendasi.

4. Halo Effect

Pengalaman positif customer terhadap sebuah produk bisa berpengaruh pada produk lain dalam brand tersebut. Bisa juga dengan menggandeng public figure sebagai brand ambassador.

5. Mirror Neurons

Menulis cerita berdasarkan pain points/keresahan, interest, atau sesuatu yang bisa membangkitkan memori target konsumen sehingga mereka terbawa emosinya saat melihat iklan.

6. Reciprocity

Menuliskan imbalan atau benefit lebih ke target konsumen. Metode Reciprocity ini mengharuskan kamu memberikan penawaran terbaik yang kamu miliki kepada audience. Ini adalah syarat awal yang harus bisa kamu lakukan. Tujuannya mebuat pembaca tertarik kepada kamu dan bisa mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan dari pembaca

7. Scarcity

Copy menunjukkan kelangkaan, keterbatasan stok atau waktu agar target konsumen segera melakukan tindakan.

Scarcity secara bahasa “scarce” yang berarti kelangkaan dalam bahasa Indonesia. Scarce sendiri adalah kata sifat yang berarti langka. Secara sederhananya scarcity adalah kondisi langka atau scarce.

Scarcity Effect adalah teknik dalam psikologi marketing yang bertujuan menggugah rasa takut dan kehilangan. Dengan kata lain Scarcity adalah membuat ketersediaan sebuah komoditi secara terbatas atau langka.

Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *