Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

JPEG atau RAW, Mana yang Lebih Baik?

2 min read

Untuk yang mendalami dunia fotografi, format RAW dan JPEG adalah kata kata yang tidak asing. Lalu sebenarnya apa itu RAW dan JPEG? Apakah kalian tau mana yang lebih baik? Yuk kita bahasa

Pengertian File RAW

Apa itu file RAW? Gambar RAW, juga dikenal sebagai “digital negatif” adalah file yang hampir seluruhnya dapat diakses langsung dari sensor kamera. File RAW benar-benar “mentah”, seperti bahan makanan yang perlu disiapkan dan disiapkan sebelum mereka dapat digunakan.

Tidak seperti file JPEG yang dapat dibuka dengan mudah, dilihat dan dicetak oleh sebagian besar program / pengeditan gambar, RAW adalah format esklusife yang terkait dengan produsen kamera dan sensor, dan karena itu tidak didukung oleh semua produk perangkat lunak. file RAW tentang jumlah besar informasi tentang gambar dan informasi umum tentang warna dan kontribusi yang lebih dinamis dari pada gambar JPEG

Kelebihan Gambar Berformat RAW

1. Mengubah Settingan White Balance Format RAW adalah gambar yang disimpan oleh kamera tanpa diolah lebih lanjut melalui sensor sensor kamera sehingga tidak ada yang disebut pengaturan white balance.

2.Memperbaiki Sorot pada gambar Pengertian dari highligh daerah atau wilayah yang menerima banyak sekali pencahayaan.

Baca Juga :   Bolehkah Perusahaan Menahan Ijazah Karyawan?

3. melakukan perubahan warna Gambar berformat RAW ini memiliki detail dan bayangan yang lebih banyak dibandingkan gambar yang memiliki format JPEG.

4. Mengubah Kontrol Gambar Dengan menggunakan format RAW ini kalian bisa melakukan kontrol terhadap gambar dan juga bisa mengolahnya dengan leluasa.

5. Berfungsi Layaknya Digital Negatif Jika dulu sebelum ada era disimpan di film negatif (film kliss) dan baru dilakukan pengeditan melalui komputer dan dipasang kamera pemerintah, foto mentah akan

Kekurangan Gambar Berformat RAW

1. Membutuhkan kapasitas memori yang jauh lebih besar dari JPEG File gambar yang berformat RAW adalah file murni atau mentah yang diolah terlebih dahulu oleh kamera sensor, yang mana file gambar ini tidak dilakukan pengompresan sehingga membutuhkan memori penyimpanan yang besar.

2. Proses pengeditan RAW lebih lama Karena menggunakan format gambar RAW yang merupakan file mentah tentu saja membantu Anda harus bekerja ekstra keras setelah mengambil gambar / pemotretan.

3. Proses mengambil gambar lama Untuk proses pemotretan dengan format inipun juga membutuhkan waktu yang agak lama menggunakan format JPEG


Pengertian File JPEG

JPEG adalah format gambar yang paling populer untuk foto-foto pada masa ini, dapat menampilkan jutaan warna dalam file dengan sangat padat. Metode kompresi yang digunakan dalam format JPEG adalah “lossy”, yang berarti informasi tertentu akan dikeluarkan dari gambar. Berbagai tingkat kompresi (dalam persentase) dapat diterapkan pada gambar JPEG, yang mempengaruhi pada kualitas dan ukuran gambar. Semakin banyak detail gambar yang ada di pertahankan, maka ukurannya pun semakin besar.

Baca Juga :   Cara Mendapatkan Kartu Prakerja

Kelebihan Format Gambar JPEG

1. gambar JPEG diselesaikan dalam kamera dan semua pengaturan seperti White Balance, Saturasi Warna, Kurva Nada, ISO dan kecepatan rana sudah diterapkan pada gambar.

2. Ukuran Gambar JPEG yang jauh lebih kecil dari gambar RAW dan karena tidak memerlukan banyak penyimpanan dan tidak memerlukan penghematan yang tinggi.

3. Karena ukuran yang lebih kecil, kamera dapat menulis dan membaca file JPEG jauh lebih cepat, yang meningkatkan jumlah gambar yang dapat ditampung dalam buffer kamera sementara. Ini berarti dibandingkan dengan RAW, Anda dapat menjepret frame yang lebih tinggi per detik dan untuk waktu yang cukup lama.

4. kompatibel perangkat modern dan paket perangkat lunak mendukung gambar JPEG, membuat format yang sangat kompatibel.

5. Ukuran yang lebih kecil juga berarti lebih cepat dan cadangan dan lebih efisien.

Kekurangan format Gambar JPEG

1. Algoritma kompresi dengan metode “lossy” berarti bahwa Anda akan kehilangan beberapa detail dari foto Anda. Kehilangan detail maksudnya, terutama di file sangat padat.

2. Gambar JPEG 8-bit, yang menempatkan batasan dari 16 juta warna mungkin. Ini berarti semua warna-warna yang lain kamera Anda mampu mengubah pada akhirnya akan dikeluarkan, kompilasi gambar diubah ke format JPEG.

3. Gambar JPEG juga kurang dinamis dari gambar RAW, yang berarti memulihkan berlebihan / gambar kurang cerah dan daerah bayangan akan sangat sulit dan kadang-kadang diperbaiki. Setelah gambar kamera selesai proses JPEG

Baca Juga :   Jadwal Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020!

Lebih Bagus Menggunakan RAW atau JPEG?

RAW jauh melebihi keuntungan menggunakan JPEG. Penyimpanan saat ini dan ukuran file tidak begitu untuk saya, bahkan untuk cadangan. Karena saya sudah menghabiskan banyak waktu untuk mengambil gambar, sulit untuk melakukannya untuk mengedit pada aplikasi pasca pemrosesan seperti Adobe Photoshop Lightroom.

Lebih ukuran file gambar RAW bukan lagi menjadi sesuatu yang berarti, namun hal yang paling penting juga merupakan kemampuan untuk memulihkan detail gambar RAW dari semua segi seperti sebagian besar fotografer, pasti pernah membahas yang menimbulkan masalah over dan under exposure yang menyebabkan gambar menjadi tidak sesuai dengan rencana.

Dengan menggunakan format RAW, saya dapat dengan mudah menyeimbangkan atau memperbaiki bagian-dari gambaryang memperbaiki kekurangan dan tidak enak untuk melihat lihat lah.

Tapi semua kembali lagi kepada kebutuhan masing-masing.

Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *