Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Mengenal Psikologi Marketing : Scarcity Effect

2 min read

Para marketer menemukan fakta bahwa ketika kita membatasi sesuatu, maka banyak orang justru ingin mendapatkannya. Risiko atau rasa takut akan kehilangan peluang untuk mendapatkan produk/jasa membuat orang berpikir bahwa mereka akan mendapatkan ‘kepuasan’ ketika mendapatkan sebuah produk tersebut.

Apa itu Scarcity Effect?

Scarcity secara bahasa “scarce” yang berarti kelangkaan dalam bahasa Indonesia. Scarce sendiri adalah kata sifat yang berarti langka. Secara sederhananya scarcity adalah kondisi langka atau scarce.

Scarcity Effect adalah teknik dalam psikologi marketing yang bertujuan menggugah rasa takut dan kehilangan. Dengan kata lain Scarcity adalah membuat ketersediaan sebuah komoditi secara terbatas atau langka.

Kelangkaan di proses oleh otak sebagai sesuatu yang mempunyai nilai lebih, mewah dan eksklusif karena kita menganggap semua orang ingin atau sudah membeli produk ini dan oleh karena itu pasti produk yang baik.

Dengan kata lain, benda langka membangkitkan minat kita dan segera menjadi lebih diinginkan daripada produk yang tersedia.

Bagaimana itu berpengaruh?
Ada dua dimensi yang dapat digunakan yaitu, Jumlah dan Waktu.

Contoh Penerapan Scarcity Effect

  • Produk hanya tersisa 3 unit!
  • Jumlah terbatas hanya 100 pcs.
  • Produksi terbatas.
  • Kesempatan terakhir untuk mendapatkan produk ini.
  • Promo hanya berlaku hingga pukul 13.00.
  • Flashsale hanya hari ini.

Banyak brand memanfaatkan Scarcity untuk memasarkan produk mereka. Dengan menawarkan ‘stok’ terbatas, flash sale atau hanya memproduksi sesuatu dalam persediaan tertentu.

Misalnya, Xiaomi yang sering meluncurkan Note 8 yang cukup langka di pasaran. Hal ini meransang para MiFans untuk segera membeli produk ini ketika tersedia dan menganggap produk tersebut mewah. Semakin banyak orang ingin membelinya karena itu menghasilkan efek kelangkaan dan secara otomatis mencapnya sebagai barang mewah yang orang rela mengantri. Hal ini juga mengakibatkan naiknya harga produk tersebut di pasaran.

Contoh lain juga terdapat dalam Flash Sale yang buat oleh Shopee. Produk tertentu diberi waktu selama 3 jam dengan harga ‘promo’ yang tentu membuat oran tertarik untuk segera membelinya sebelum kehabisan waktu.

Atau saat menjual tiket konser, kamu memberikan rasa terdesak kepada audience dengan memberikan batasan waktu untuk menjual tiket presale dengan harga tertentu seolah audiencemu akan mendapatkan keuntungan jika membeli tiket presale.

Teknik Scarcity Effect

Ada beberapa teknik sederhana untuk menggunakan Scarcity Effect. Teknik juga sering digunakan oleh brand besar di Indonesia, termasuk Unicorn dan startup yang kegiatan marketingnya sehari-hari hadir di kehidupan kita.

1. Menampilkan Ketersediaan Stok Rendah

Jika kamu pernah memesan Hotel tentu tidak asing dengan Online Travel Agent yang menampilkan sisa kamar yang tersedia. Hal ini merupakan bagian dari Scarcity Effect, dengan menunjukkan jumlah yang tersisa dalam stok, dapat memotivasi orang untuk melakukan pembelian lebih cepat karena membuat audience takut kehabisan produk tersebut.

2. Penawaran Khusus

Sering menggunakan Ecommerce dan menemukan toko atau produk tertentu yang hanya dapat ditemukan disalah satu Ecommerce? Ini merupakan bentuk Scarcity dalam Penawaran Khusus. Dengan menampilkan “Hanya Tersedia di Tokopedia” pengunjung didorong untuk melakukan pembelian segera karena produknya tampaknya akan lebih langka karena hanya tersedia di Ecommerce tertentu atau di website tertentu.

3. Memberi Waktu Terbatas

Flash Sale merupakan istilah yang cukup sering kita dengar. Memberikan batasan waktu sehingga membuat audiencemu berfikir untuk sesegera mungkin melakukan pembelian sebelum waktunya habis dan kembali ke harga normal atau bahkan kehabisan stok.

4. Uji Coba Gratis sebagai Solusi

Layanan yang berbau tekhnologi seringkali menawarkan “uji coba gratis” saat mereka mencari solusi teknologi di perusahaan mereka. Hal ini memancing orang untuk segera mungkin mencoba layanan yang disediakan untuk mengatasi masalah yang dihadapinya. Hal ini tentu menarik bagi sebagian orang.

Penutup

Scarcity cukup ampuh untuk mendorong audience menjadi pembeli. Dengan beberapa perubahan kecil pada teknik Digital Marketing, kamu dapat meningkatkan kecepatan, nilai, dan frekuensi konversi. Tetapi, Dalam jangka panjang, scarcity yang palsu berbahaya bagi reputasi dan merek kamu. Pastikan untuk menggunakannya dengan benar.

Referensi :

9 Scarcity Marketing Tactics (Proven Methods Inside)
Scarcity Marketing: 6 Innovative Tactics You Need to Know (+ Examples)

Egi Andrea Digital Marketing yang sedang tertarik dengan SEO dan Blogging | Semoga tulisan saya bisa memberikan manfaat! blog.egiandrea(at)gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *